Toraja Blog
Rambu Solo adalah Pitra Yadnya dari Toraja
Upacara bagi orang yang sudah meninggal, menurut keyakinan Hindu, disebut pitra yadnya. Bagi orang toraja, yang menganut Hindu Alukta (Aluk Todolo), upacara semacam ini disebut Rambu Solo.
Aluk Todolo adalah keyakinan orang toraja yang telah berintegrasi dengan agama Hindu sejak tahun 1969, setelah adanya pengakuan dari Dirjen Bimas Hindu dan Budha, dengan ketetapannya Nomor: Dd/M/200-VII/1969 TENTANG MASUKNYA ALUKTODOLOTA DISINGKAT ALUKTA KE DALAM AGAMA HINDU.
Rambu Solo merupakan upacara kematian yang bermaksud menyempurnakan roh/arwah orang yang sudah meninggal. Pada saat upacara ini semua anggota keluarga hadir dan memberi doa. Mereka berpartisipasi secara lahir dan bathin. Secara lahirnya mereka bisa saja berpartisipasi dengan cara menyumbangkan hal-hal yang diperlukan dalam upacara ini, misalnya kerbau, babi, beras, dan sebagainya. Tingkatan upacaranya ditentukan oleh jumlah hewan yang dikorbankan dalam upacara Rambu Solo’ ini. Oleh karena itulah, partisipasi seluruh anggota keluarga diperlukan. Tetapi semua partisipasi itu harus dilandasi dengan ketulusikhlasan, sebagai landasan yadnya atau korban suci ini.
source: yassa





